Hamka bicara Trinitas
catatan
seraneka srir pasir
Hamka
bicara Trinitas
Menurut
logika Kristen, Adam dan isterinya Hawa telah berdosa besar sebab telah memakan
buah yang terlarang. Oleh sebab memakan buah itu maka Adam dan Hawa dan seluruh
keturunan mereka menjdi berdosa. Inilah yang dinamai kepercayaan Dosa Waris.
Lantaran dosa ini maka Adam dan keturunannya, turun-temuruh menjdi berdosa dan
akan masuk dalam hidup sengsra di akhirat. Anak keturunan Adam berdosa berlaku,
sebab dosa Adam itu.
Oleh
karena itu patutlah di dihukum kaena dosa itu. Tetapi Tuhan tidak sampai hati
menghukumnya, atau ragu-ragu buat menghukum. Kesalahan Adam itu telah
mendantangkan bingung yang besar bagi Tuhan. sebab Tuhan itu mempunyai sifat
Belas kasih. maka kalau demi keadilanNya dia menghukum dosa Adam itu,
brlawananlah itu dengan belas KasihNya. Dan kalau mereka tidak dihukum karena
belas kasihNya, berlawanan pula engan sifat adilNya. Sehingga
terkatung-katunglh Allah dilamun keraguan, kebingngan diantara sifat Adil dan
sifat Kasih itu, beribu-ribu tahun lamanya, smpi Tuhan itu menyesal, sebab
telah menjdikan mnusia di atas muka bumi sampai dukacita hatiNya (Kejadian
6:6).
Akhirnya
setelh berlalu beribu tahun, barulah Tuhan medapat keputusan. Keputusan itu
ialah bha dosa ang diwariskan Adam kepada seluruh anak cucunya tu hendaklah
ditebus oleh Tuhan sendiri dengan diriNya. tuhan sendiri dating kedunia
menjelma sebagai anakNya masuk rhim soang anak perawan suci keturuan Adam juga,
bernama Maryam. Sesapai dalam rahim anak perempuan itu, bersatulah Tuhan dengan
anak yang ada dalam kandungannyya itu. Setelah Sembilan bulan Tuhan bersemayam
dalam perut Maram, tuhan itu pun lairlah ke dunia ini. lantara di lair dari
seorang manusia, mka dia dalah Insan semurna. Sebagai manusia, dia makan dan
minum, tidur enak dan berjalan, masuk jamban, berak dan mandi.
dan oleh karena Tuhan menjelma dalam diriNya, maka
dia pun Tuhan yang sempurna seab dia adalh Tuhan, dan dia adalah anak Tuhan.
Anak itu adalah Tuhan yang sejati, sebagaimana Tuhan pun dalah anak yang sejati.
Setelah Yesus Kristus, yaitu anaknya, Dia itu aalah suci dari segala dosa yang
ada pda Adam. Maksud kedatangannya ke dunia ialah untuk membebaskan manusia
dari dosa warisan itu. sebab sebelum dosa manusia itu ditebus pintu ssurga
belum terbuka dan manusia belum bleh masuk ke dalamnya.
Untuk
menebus itu, maka Tuhan yang telah menjelma jdi Yesus yang ragu beribu-ribu
tahun tadi memilih satu jalan yang ganjil sekali yaitu dikuburkn, mati di tiang
salib untuk menebus dosa semua manusia yang telah mereka warisi dari dosa Adam
itu. Dngan penderitaannya itu ditebuslah dosa sekalian mnusia. Ini dijelaskan
oleh Yahya (Yohannes) pda Kiriman-nya yang pertama : “Lebih menjdi kurban
perdamaian karena dosa segala kita, bukannya karena dosa-dosa kita saja
melainkan karena dosa seisi dunia ini juga (Yohannes I 2:2).
Dosa
manusia yang diwariskn oleh Adam telaha ditebus oleh Tuhan sendiri dengan
menjelma jdi anak. Setelah penyaliban itu barulah dan selesai, sudahlah bebas
selruh manusia. Seorang telah terleas dari segala dosa, asal dia percaya Isa
(Yesu) disalib. Orang yang berbuat dosa, membunuh, membegal, mencuri, berdosa,
tidak merasa bersalah, jika dia percaya Isa (Yesus) disalib. Kepercayaan kepada
Isa (Yesus) tersebut akan menghapus dosa (idem, hal 30-31).
Setelah
dikurbannya jiwa raganya diatas tiang salib itu, maka matilah Tuhan yang
bernama Yesus Kristus itu, atau Bapa yang bernama Yesus anak tig hari lamanya.
Setelah di mati tiga hari atau setelah dia medekam dalam kurub tiga hari,
diapun bangkit dari dalam kuburnya. Setelah bertemu beberapa waktu lamanya
dengan murid-muridnya dan meninggal beberapa pesan kepada mereka, beliaupun
berangkat naik ke surge (Lukas 24:5^), duduk disebelah kanan Allah Bapa di
surge (Markus 16:19 (“Tafssir Al-Azhar”, juzuk VI, hal 28, 186-187).
Kepercayaan
inilah yang wajib diyakinkan dalam hati setiap pemeluk Kristen dengan berbagai
sektenya. Ditaamkan sejak dari kecil. AApabila timbul pertanyaan dalam hati,
misalnya : “Kalau Yesus itu Allah sendiri, bagaimana dia bisa mati ? Kalau memang
Yesus itu Allah sendiri yang menjelma jadi anaknya dan sampai dia disalibkan
dia masih Allah juga, mengapa setelah tiga hari dalam kubur, lalu naik ke
langit dan duduk ke sebelah kanan Bapanya di surge. Apakah “Bapa” telah naik ke
langit lebih dahulu dan anaknya tinggal sendiri menderita salib ? lebih-lebih
Yesus sendiri setelah ditangkap pernah menyatakan, mengatakan, ketika akan disalib
orang : “Elly, Elly Lama Sakaaaaaaaaaktani !” “Ya Tuhaaaan, Ya Tuhan mengapa
Engkau tinggalkan daku ?” (Mrkus 15:34). Kalau demikian halnya, rupaya yang
Allah itu lain, dan Yesus itu lain. Apakah yang lain ? Apakah badan kesemuanya
yang bernma Yesus dan nyawanya buatan Allah ? Atau dia mempunyai dua nyawa,
pertama nyawa yang bernama Allah dan kedua nyawa yang bernama Yesus. Dan Lllah
itu lekas-lekas “lari” ke langut, ke dalam ssurga buat menunggu kedatangan
anaknya. Dan setelah anak itu dating mereka berpisah, lalu Allah Bapa duduk
sebelah kiri, dan Allah Yesus duduk di sebelah kanannya ? Daaaaaaan sampai
sekarang mereka duduk berdekatan berdua ?
Kalau
memegang teguh uapan Yesus itu, teranglah bahwa Tuhan Bapa yang telah menjelma
dalam diri Yesys sejak dia masih dlam kandungan Maryam, sehingga Yesus Tuhan
yang sempurn karena Tuhan menjelma dalam dirinya, dan Manusia Sempurn seb di
dikndung ibu sebagai manusia, di sat yang genting itu, di saat dia akan mati,
Tuhan itu telah meninggalkan dia dan dibiarkan menghadapi maut sendirian (Idem,
hal 30).
Kalau
da anak Kristen sendiri yang menanyakan kepda bpanya atau ibnya atau pendetanya,
diak akan kena marh besar sekali. Karena berani menanyaan hal yang tiak boleh
ditanyakan (“Taif AlAzhar”, juzuk VI, hal 186-187Kepercayaan inidapat
kita dengarkan dari keerangan pendet-pendeta mereka sendiri dalam brbagai
bentuknya. Yang pokok ialah bahwa Tabiat Allah itu ada Tiga Oknum yang sama
keadannya. Yaitu Tuhan Bapa, Tuhan Putera, dan Allah Ruhul Qudus.
Allah Bapa, mencipta dengan perantaraan Putera, Allah Putera penebus dosa dan
allah Rohul Qudus pembersih. Tetapi ketiga oknum ini memeri kekusan akan segala
penciptaan dengan sama. Ini di dasarkan kepada perkataan Yahya (Yohannes) bahwa
Kalam Allah beserta Allah dan Kalm itulah juga Allah (Yohannes 1:1-2). Dan yang
dimaksud dengan Kalam itu ialah AlMasih.
Menurut
rumusan kepercayaan Kristen Orthodoks (Geredja Iskandariyah), termasuk gereja
Abisinia, Armenia, Sirian ialah : “Allah itu mempunyai satu zat yang tiga
oknumnya, Oknum Bapa, Oknum Putera an Oknum Ruhul Qudus. Dan Oknumkedua, yaitu
Oknum Putera menumbuhkan dirinya dari Ruhul Qudus dan dari Maryam yang suci,
yang menyebabkkan tubuh ini jadi satu dengan Dia dan Zat dan Jauhar. Buka brpur
dan berpadu dan sekali-kali tidak terpisah. Karena kesatuan ini maka Putera
yang menjelmakan diri itu mempunyai tabiat yang satu dari dua tabiat dan kehendak
yang satu. Orthodox Yunani dan Ktholik percaya bhwa Oknum Putera mempunyai dua
tabiat dan dua kehendak. Yiaaatu Lahut (KeTuhanan) dan Nasut (Kemanusiaan)
(idem, hal 186).
Dan
setelh dipelajari ‘Perbandingan Agama” di dunia, nyata bahwa kepercayan
Trimurti atau Trinitas ini dalah kepercayaan kemsukan dari luar. Kemasukan dari
jaran agama Brahmana yang juga berdasarkan Trimurti. Menurut ajaran Brahma,
Tuhan itu adalah tiga, yaitu : Brahma, Wisynu dan Syiwa. Brahma pencipta,
Wisynu pemelihara, dan Syiwa penghancur. Brahma adalah bapa. Wisynu adalah
Putera, dan Syiwa adalah pengatur seluruh alam, sampai kepada menghancccccurkan
ataau mengkiamatkan.
Kalau
dikaji-kaji secara mendalam, nmpaknya Rasul Allah yang pertama dating membawa
ajaran agama Brahma itu, mengajarkan bhwa Allah Yang Maha Esa itu mempunyai
tiga sifat, yaitu sifat mencipta, memelihar dan kelak mengkiamatkan. Tetapi
lama kelamaan penganut agama itu telah menukar ssifat menjadi pembagian tiga
oknum dan tiga zat. lalu dirumuskan pula bahwa Allah itu memang satu, tetapi
tiga dalam yang satu, dan tiap-tiap yang satu itu ialah hakikat dari yang tiga.
Dan Trimurti ini dikumpulkan dalam capan “AUM”.
Dalam agma Budha yang
lebih dulu lahir dari Kristen ada pula kepercayaan bahwa Budha itu adalah satu
Tuhan dan Tiga Oknum. Penganut agama Budha mempunyai kepercayan ahwa Budha
Gauthama adalah juru Selmat, penjelamaan Tuhan sendiri, Anak Tunggal, Penebus
dan Mausia sempurna, dan juga Tuhan yang sempurna menjlema menjadi manusia
(idem, hal 25)
Trimurti
ini pun terdapat dalam kepercayaan Mesir Kuno. Raja Msir yang bernama Tulishu
bertanya kepadda Kahin (pendeta) yang bernma Tabisyuhi : “Adakah sebelumnya
yang lebih besar dari dari padanya ?” Kahin itu menjawab : “ Ada ! Yang dahulu
ialah Ruhul Qudus !” Maka perkataan Kalimat atau Kalam yang dimaksud oleh orang
Kristen ialah Almasih, ucapannya telah terdapat lebih dahulu dalam kepercayaan
Mesir Kuno (Yohanns 1:1).
Menurut
penelidik-penyelidik perbandingan-perbandingan agama-agama itu, kepercayaan ini
telah da juga pada angsa kaldar, bngsa Asur dan bangsa Kristen, meurut
penyelidikan ahli-ahali mengambil menganut juga paham Trimurti itu, demikian
juga bangsa Romawi. Maka tidaklah heran jika kasiar Konstantin Romawi mengakui
dengan resmi agma nasrani menjdi agama Kerajaan, karena dasar kepercayaannya
Trimurti telah ada memang pada bangsa Romawi (idem, hal 331-332).
Mengatakan
bahwa Allah itu aalah tiga, yaitu Tuhan Bapa, Tuhan putera darn Ruhul Qudus,
adalah memecah kesatuan Allah, tegasnya tidak percaya lagi bahwa Allah itu Esa
adanya. Keperayaan Trinitas ini tidak ada diajarkan Almasih. Baru timbul
kemudian, setelah dia meninggal (idem, hal 331).
Tidak
ada kepercayaan demikian (Trinitas) dalam kitab-kitab Perjanjian Lama, dan
sekali-kali tidak pernah Isa Almasih mengajarkan yang demikian. Cobalah cari
dalam Kitab Perjanjian Baru sendiri satu catatan pun baik dari matius, atau
Markus, atau Lukas, atau pun Yohanes (Yahya) yang mencatatkan bahwa Isa Almasih
pernah mengatakan : “Bahwa Allah itu ialah aku sendiri, dan aku (Allah) dating
kedunia menjelma jadi anak, buat disalib, guna menebus dosamu”. Tidak ada !
Barulah kemudian, lama setelah dia mati, Yohannes mencatat dalam Injilnya, dari
pendapatnya sendiri yang berbunyi : “Pada anak putera ialah, kalam dan kalimat
itu bersama-sama dengan Allah, dan Kalam itulah juga Allah” (Yohannes 1:1-2)
(idem, hal 188).
(written by sicumpaz@gmail.com
at BKS 110071400)
Labels: catatan serbaneka
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home